Berita / Berita Detail

Berita Destinasi Detail Page

Bila Jembatan Kaca Bromo-Tengger-Semeru Rampung, 3 Atraksi Siap Dinikmati

Bila Jembatan Kaca Bromo-Tengger-Semeru Rampung, 3 Atraksi Siap Dinikmati

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah merampungkan pembangunan Jembatan Kaca Seruni Point di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo-Tengger-Semeru (BTS), Jawa Timur. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Kaca Seruni Point Achmad Riza Chairulloh mengatakan progres proyek ini mencapai 85 persen per akhir Juli 2022. Proyek yang mulai dikerjakan pada akhir September 2021 tersebut ditargetkan bisa diresmikan pada Desember 2022 mendatang. Bila telah beroperasi, pengunjung Jembatan Kaca Seruni Point bisa menikmati 3 atraksi yang tersedia di obyek wisata ini.

"Pertama adalah atraksi adrenalin melihat jurang karena jembatan kaca ini membentang di atas jurang dengan kedalaman 80-100 meter," jelasnya kepada wartawan dalam Press Tour Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Jawa Timur, Kamis (28/7/2022).

Atraksi kedua adalah pengunjung bisa menyaksikan keindahan pemandangan Gunung Batok, Gunung Bromo dan Gunung Semeru yang mengelilingi Jembatan Kaca Seruni Point.

Selain itu, pengunjung juga dapat sekaligus berwisata di ekosistem area konservasi yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). "Ketiga, pada malam hari kami tawarkan konsep pencahayaan jembatan," tambah Achmad Riza. Sehingga dengan pencahayaan jembatan, objek ini akan nampak jelas terlihat pada malam hari di titik tertentu. Selain penyelesaian konstruksi jembatan, juga tengah dibangun area terminal pariwisata sebagai pintu masuk dan titik utama menuju jembatan kaca dan area shuttle.

Seiring dengan pembangunan tersebut, ikut dirancang penyediaan area parkir dan kios pendukung kebutuhan pengunjung. Sementara untuk fisiknya, jembatan kaca ini memiliki panjang 120 meter dan lebar 1,8 meter dengan struktur suspended cable. Komponen kaca yang digunakan akan melalui preliminary testing di laboratorium Balai Geoteknik, Terowongan, dan Struktur Kementerian PUPR hingga uji beban untuk memverifikasi desain sebelum dioperasionalkan. Untuk kekuatannya, jembatan kaca ini mampu menampung hingga 100 orang dengan perhitungan kekuatan tampung mencapai 500 kilogram beban per meter persegi.

Rencananya setiap sesi kunjungan akan diberikan waktu selama 30-60 menit dengan kapasitas 100 orang. "Jadi setelah menikmati wisata itu, keluar 100 orang pertama, baru 100 orang kedua menikmati," pungkas Achmad Riza.


Sumber: kompas.com