Berita / Berita Detail

Berita Destinasi Detail Page

PUPR Bangun 430 Homestay di KSPN Bromo Tengger Semeru

PUPR Bangun 430 Homestay di KSPN Bromo Tengger Semeru

Jakarta, Beritasatu.com -  Kementrian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) telah melakukan peningkatan kualitas rumah swadaya bagi masyarakat yang tinggal di koridor Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo-Tengger-Semeru (BTS), Jawa Timur.

Tercatat sebanyak 430 rumah warga yang tidak layak huni disulap menjadi tempat penginapan atau homestay yang nyaman bagi kalangan wisatawan.

"Renovasi rumah warga untuk hunian pariwisata dilakukan dengan pola pemberdayaan, sehingga masyarakat setempat bukan hanya jadi penonton, tetapi juga mendapat manfaat ekonomi dari sektor pariwisata," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan persnya, Minggu (7/8/2022).

 

Basuki menjelaskan, dalam pengembangan pariwisata, pertama yang harus diperbaiki infrastrukturnya, kemudian amenities dan event, baru promosi besar-besaran.

"Kalau hal itu tidak siap, wisatawan datang sekali dan tidak akan kembali lagi. Itu yang harus kita jaga betul,” kata Basuki.

Pembangunan homestay ini masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai Perpres Nomor 109 Tahun 2020 untuk meningkatkan kualitas rumah warga sekitar kawasan pariwisata menjadi layak huni.

Basuki menjelaskan, dalam pengembangan pariwisata, pertama yang harus diperbaiki infrastrukturnya, kemudian amenities dan event, baru promosi besar-besaran.

"Kalau hal itu tidak siap, wisatawan datang sekali dan tidak akan kembali lagi. Itu yang harus kita jaga betul,” kata Basuki.

Pembangunan homestay ini masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai Perpres Nomor 109 Tahun 2020 untuk meningkatkan kualitas rumah warga sekitar kawasan pariwisata menjadi layak huni.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Jawa IV, Ditjen Perumahan Ali Murtado mengatakan, desain renovasi rumah warga menjadi sarana hunian pariwisata (Sarhunta) dimodifikasi lebih modern, tetapi tidak meninggalkan kearifan lokal masyarakat Suku Tengger sebagai upaya menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk menginap.

 

“Sarana hunian pariwisata ini bisa menjadi alternatif penginapan bagi para wisatawan yang berkunjung di Bromo. Diharapkan dengan kondisi rumah penduduk yang ditingkatkan kualitasnya para wisatawan yang menginap bisa lebih nyaman,” kata Ali Murtado.

 

Salah satu penerima program Sarhunta di Desa Ngadisari Sudaryanto mengaku adanya program peningkatan kualitas rumah menjadi sarana hunian pariwisata dapat menambah penghasilan keluarga. Pemilik Homestay Darsana ini sehari-hari bekerja sebagai petani sayuran dengan penghasilan sebulan rata-rata hanya Rp2 juta.

 

“Untuk semalam kami tawarkan Rp 200.000 hingga Rp 250.000, bisa menjadi tambahan pemasukan keluarga. Tetapi kalau boleh berharap tolong kami diberi pelatihan bagaimana mengelola tamu, service homestay, dan sebagainya,” kata Sudaryanto.

 

Sumber: beritasatu.com