Berita / Berita Detail

Berita Destinasi Detail Page

Properti di Kawasan Labuan Bajo Jadi Incaran Investor

Properti di Kawasan Labuan Bajo Jadi Incaran Investor

Surabaya, Beritasatu.com - Properti di Labuan Bajo jadi incaran investor properti seiring tingginya permintaan dari pelaku bisnis kafe dan restoran untuk mengembangkan usahanya di area komersial di kawasan wisata tersebut.

Managing Director Galaxy Sumatera Henry Nugraha mengatakan, prospek investasi properti Labuan Bajo sangat bagus sejak wilayah ini dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai destinasi pariwisata yang dipercepat pengembangannya.

"Sekarang kemajuannya luar biasa, yakni pembangunan hotel bintang lima terutama yang premium. Kami sendiri fokus pada proyek-proyek unit komersial seperti shophouse atau ruko karena harga sewanya cukup tinggi,” kata Henry di sela acara World Property Insight 2022 Galaxy Mall I di Surabaya, Selasa (30/8/2022).

Menurut Henry, saat ini untuk satu lantai saja harga sewa ruko di sana bisa mencapai Rp 120 juta sampai dengan Rp 150 juta per tahun.

"Lumayan tinggi, itu harga sekarang. Karena susah cari ruko yang sudah ready, pebisnis yang mau buka di sana, baik kafe atau restoran berebutan. Ada kecenderungan harganya akan terus naik karena suplai terbatas. Kalau demand tidak terpenuhi atau tidak memadai dan terus naik, harga sewanya bisa naik hingga Rp 200 juta per tahun,” ujarnya.

Lebih lanjut Henry mengatakan, investasi properti dunia kembali bergairah seiring dibukanya border oleh banyak negara tujuan investasi sejak dua tahun terakhir pandemi Covid-19 dan banyak orang Indonesia mulai bisa bepergian ke luar negeri.

"Minat orang untuk investasi properti mulai tumbuh lagi, karena inflasi lagi tinggi, mau menyimpan uangnya di bank juga bunganya rendah, juga banyak investasi bodong akhir-akhir ini, jadi mereka kembali investasi properti,” katanya.

Selain di dalam negeri, beberapa negara lain juga menjadi incaran investasi. Salah satu kota di Australia yang menjadi minat investor adalah Melbourne, karena kota ini memiliki lingkungan yang nyaman ditambah memiliki fasilitas pendidikan yang baik yakni Universitas Melbourne yang merupakan kampus terbaik di Australia.

"Sekitar 60% investor properti memilih kota Melbourne, sedangkan sisanya memilih membeli properti di Sydney. Melbourne pernah dinobatkan sebagai kota dengan fasilitas kesehatan, pendidikan yang baik, kondisi budaya, dan infrastrukturnya juga baik,” kata Henry.

Selain itu, Studi The Economist Group tentang Global Liveability Index 2022 menempatkan kota Wina (Austria), Kopenhagen (Denmark), Calgary (Kanada), Zurich (Swiss), Vancouver (Kanada), Frankfurt (Jerman), Amsterdam (Belanda), Melbourne (Australia), Osaka (Jepang), sebagai kota dengan kualitas hidup yang baik.

"Sehingga tak heran kota-kota tersebut menjadi pilihan bagi orang-orang Asia yang ingin memiliki kehidupan yang lebih baik. Selain alasan itu, negara dari kota yang paling layak huni tadi menawarkan second residences dengan cara bundling properties, jadi orang yang membeli properti disana bisa mendapatkan permanent residence sekaligus,” terang Henry.

Selain Singapura, salah satu kota yang mulai dilirik adalah Manila, Filipina. "Di Filipina sekarang ini mengalami yang dinamakan high rental yield, di mana sekitar 7%-9%, dan ini tentu saja jauh lebih tinggi diatas rental yield di Indonesia," tandasnya.

Sementara, principal Ray White HR Muhammad Bambang Budiono mengatakan, Turki saat ini juga booming sebagai negara tujuan wisata. Terlebih, mata uangnya (Lira) sedang berada dalam titik terendah, itu berarti bagi investor adalah kesempatan yang bagus untuk membeli properti.

"Masyarakat Indonesia yang memiliki dana lebih dan mencari peluang investasi di luar negeri tidak perlu takut untuk berinvestasi di luar negeri karena aturan main yang jelas, regulasi pemerintahnya terkait aturan dan pajak juga transparan,” kata Principal Ray White HR Muhammad Bambang Budiono.

Menurut dia, calon investor harus teliti memilih dan memahami soal aturan, cara main, dan seluk beluk pasar properti di negara yang dituju agar bisa memperoleh hasil yang maksimal.

“Itu semua bisa didapatkan dengan datang langsung ke World Property Insight 2022 Galaxy Mall I. Pilihan propertinya cukup banyak, kali ini ada produk properti dari Sydney, Perth, Melbourne, Singapore, Canada, Malaysia, Gili Trawangan, Labuan Bajo, Spanyol, Cambodia, Portugal, Inggris, Yunani, Cyprus, Dubai dan sebagainya,” pungkas Bambang.

Sumber: beritasatu.com