Berita / Berita Detail

Berita Destinasi Detail Page

Wow Ada Speed Boat Made In New Zealand di Rawa Jombor Klaten

Wow Ada Speed Boat Made In New Zealand di Rawa Jombor Klaten

Solopos.com, KLATEN — Objek wisata Rawa Jombor di Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah, kini semakin berkembang. Rawa Jombor memiliki daya tarik berupa warung apung, perahu wisata, dan yang terbaru berupa kapal cepat atau speed boat.

Ketua Paguyuban Perahu Wisata Rawa Jombor, Sutomo, mengatakan jumlah speed boat mencapai tiga unit. Ketiga speed boat itu milik dirinya dan warga Krakitan lainnya, Arifin.

"Tarif speed boat Rp50.000 selama lima menit. Jumlah penumpang maksimal lima orang. Ditambah seorang pengemudi, kapasitas speed boat maksimal hanya enam orang," kata Sutomo, saat ditemui wartawan di Rawa Jombor Krakitan, Bayat, Sabtu (5/6/2021).

Sutomo mengatakan speed boat yang berada di Rawa Jombor pernah digunakan menarik pengunjung di Telaga Sarangan, Jatim di waktu sebelumnya. Di antara speed boat miliknya merupakan buatan Selandia Baru.

"Speed boat yang warna merah itu pernah digunakan di Telaga Sarangan, Jawa Timur. Harga speed boat yang berada di Rawa Jombor ini beragam, mulai dari Rp14 juta (tahun 1999) hingga Rp45 juta (saat sekarang)," kataya.

Disinggung tentang jumlah peminat yang ingin naik speed boat, Sutomo mengatakan tergolong tinggi. Keberadaan speed boat dinilai dapat menjadi alternatif cara menikmati pemandangan dan keindahan di atas Rawa Jombor selain perahu hias.

"Dalam satu pekan, pendapatan yang diperoleh dari speed boat juga bisa mencapai Rp1 juta," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten, Sri Nugroho, mengatakan berbagai wahana di Rawa Jombor harus menaati standar keselamatan dan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Hal itu termasuk pengelola dan para penumpang speed boat.

"Keberadaan speed boat di Rawa Jombor sebenarnya belum berizin. Kemarin dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) akan mengupayakan semua yang operasional di Rawa Jombor akan diajukan izinnya [kewenangan Rawa Jombor berada di BBWSBS]," katanya.

Antisipasi Kecelakaan

Sebagaimana diketahui, guna mengantisipasi kecelakaan air hingga mengakibatkan warga meninggal dunia seperti di Waduk Kedung Ombo (WKO) beberapa pekan lalu, setiap pengelola perahu hias di Rawa Jombor diwajibkan memenuhi standar keselamatan dan protokol kesehatan.

Hal itu seperti menyediakan pelampung, mengatur jumlah penumpang sesuai kapasitas tempat duduk, dan menaati protokol kesehatan. Setiap pemilik perahu yang mengabaikan hal tersebut bersedia ditindak tim gabungan Pemkab Klaten, Sabtu (5/6/2021).

Tim gabungan Pemkab Klaten pun menyegel empat perahu hias di Rawa Jombor, Krakitan, Kecamatan Bayat, Sabtu (5/6/2021) siang. Empat dari 44 perahu hias yang beroperasi di Rawa Jombor itu dinilai telah mengabaikan standar keselamatan dan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

"Ini dilakukan dalam rangka belajar dari kasus WKO beberapa waktu lalu [agar tak ada korban jiwa]," kata Kepala Satpol PP Klaten, Joko Hendrawan.

Sumber : https://www.solopos.com