Berita Lainnya Pelatihan Procurement Sesuai Guidelines Bank Dunia

Pelatihan Procurement Sesuai Guidelines Bank Dunia

Jakarta – Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) bersama Bank Dunia melaksanakan pelatihan procurement selama dua hari secara daring di Jakarta pada Kamis, 29 April 2021. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengadaan barang dan jasa dalam melaksanakan tugasnya sesuai procurement guidelines Bank Dunia.

Kuswardono selaku Wakil Ketua CPMU BPIW mengatakan bahwa diadakannya acara ini untuk menyamakan persepsi agar sesuai dengan syarat dari Bank Dunia.

“Tujuannya pelatihan ini untuk memastikan supaya tidak adanya perbedaan persepsi dan untuk memastikan juga jika ada pertanyaan-pertanyaan bisa langsung disampaikan kepada Narasumber. Karena dana berasal dari Bank Dunia, mau tidak mau kita menggunakan guideline dari Bank Dunia. Jadi ada yang harus diikuti,” kata Kuswardono dalam pembukaan pelatihan.

Dalam pelatihan ini BPIW mengundang Angelia Budi Nurwihapsari selaku procurement specialist Bank Dunia. Ia menyampaikan betapa pentingnya penyusunan procurement ini, supaya terinci dan sesuai standar yang berlaku di Bank Dunia.

“Pengadaan sangat penting, pelaksanaan pengadaan yang buruk akan menggagalkan pelaksanaan proyek sehingga PDO (Red: project development objective) yang telah disusun itu tidak akan tercapai. Kalau PDO tidak 100 persen, disbursement tidak akan 100 persen,” ungkapnya.

Ia menambahkan asas pengadaan Bank Dunia sama dengan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai pengadaan. Dimana penggunaan dana untuk tujuan yang telah ditentukan secara ekonomis dan efisien, kesetaraan kesempatan untuk semua pihak, dan transparan.

“Jangan ada konflik kepentingan, informasi yang diberikan harus sama, jangan sampai ada KKN (Red: Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme). Misal dari 7 perusahaan yang ikut tender, 1 dikasih bocoran, itu tidak boleh. Otomatis akan gugur,” ungkap Angelia.

Angelia menambahkan bahwa ada tujuh poin tanggung jawab peminjam yang di antaranya merealisasikan rencana pengadaan, menyebarkan informasi pengadaan, penyiapkan dokumen pengadaan, menerima dan melakukan evaluasi proposal tender, mengirimkan permohonan No Objection dan mendapatkan No Objection Letter (NOL) dari Bank Dunia, menandatangani kontak serta mengimplementasikan kontrak tersebut. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tidak akan dibiayai oleh Bank Dunia apabila tidak tercantum dalam procurement plan juga tidak akan dibiayai oleh Bank Dunia jika Procurement plan tersebut tidak mendapat NOL dari Bank Dunia.

Pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari dengan agenda dihari pertama mengenai Procurement Guidelines Bank Dunia, dilanjut dengan agenda Procurement Goods and NCIS Guideline Bank Dunia, sedangkan sesi terakhir dilaksanakan dihari berikutnya mengenai Procurement Consultant Guidelines Bank Dunia. Pelatihan ini dihadiri oleh sejumlah kementerian seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Investasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).